Kalkulator PPh 21

Kalkulator Gaji & Penghasilan

Kalkulator PPh 21

Simulasikan potongan pajak penghasilan bulanan pakai tabel Tarif Efektif Rata-rata (TER) resmi, lengkap dengan kategori dan rincian tarif yang dipakai.

Dasar hukum: PP Nomor 58 Tahun 2023 & PMK Nomor 168 Tahun 2023
Masukkan Data Penghasilan
Rp
Gabungan gaji, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap dalam satu bulan.
Estimasi PPh 21 per Bulan
Rp 200.000
Kategori TER yang dipakaiKategori A
Tarif efektif bulanan2.00%
Penghasilan bersih setelah PPh21Rp 9.800.000
Berlaku untuk masa pajak Januari-November. Masa pajak Desember dihitung ulang secara tahunan pakai tarif progresif Pasal 17, biasanya menghasilkan angka berbeda dari bulan lain.
TER A: PTKP TK/0, TK/1, K/0 (54-58,5 juta/tahun)
TER B: PTKP TK/2, TK/3, K/1, K/2 (63-67,5 juta/tahun)
TER C: PTKP K/3 (72 juta/tahun)

Apa Itu Tarif Efektif Rata-Rata (TER)?

Sejak Januari 2024, pemotongan PPh 21 bulanan karyawan tetap memakai skema Tarif Efektif Rata-rata (TER) berdasarkan PP Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK Nomor 168 Tahun 2023. Skema ini menyederhanakan perhitungan: pemberi kerja tinggal mengalikan penghasilan bruto bulanan dengan satu angka tarif dari tabel resmi, tanpa perlu menghitung PTKP dan biaya jabatan setiap bulan.

Beban pajak setahun tetap sama seperti sebelumnya, TER hanya menyederhanakan cara menghitung potongan bulanan. Perhitungan ulang secara tahunan tetap dilakukan di masa pajak terakhir (biasanya Desember) memakai tarif progresif Pasal 17 seperti aturan lama.

Tiga Kategori TER

  • Kategori A untuk status PTKP TK/0, TK/1, dan K/0
  • Kategori B untuk status PTKP TK/2, TK/3, K/1, dan K/2
  • Kategori C untuk status PTKP K/3

Semakin banyak tanggungan yang diakui, kategori TER yang dipakai bergeser dari A ke C, dan pada penghasilan yang sama, tarif efektifnya jadi sedikit lebih rendah karena PTKP-nya lebih besar.

TER cuma berlaku untuk pegawai tetap dan pensiunan yang menerima penghasilan bulanan. Skema untuk pekerja lepas, bukan pegawai, atau penghasilan tidak rutin memakai perhitungan yang berbeda.

Tarif Pasal 17, Dasar Perhitungan Tahunan

Di masa pajak terakhir, PPh 21 dihitung ulang secara tahunan memakai tarif progresif berikut, sesuai UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Penghasilan Kena Pajak SetahunTarif
Sampai dengan Rp 60.000.0005%
Di atas Rp 60.000.000 s.d. Rp 250.000.00015%
Di atas Rp 250.000.000 s.d. Rp 500.000.00025%
Di atas Rp 500.000.000 s.d. Rp 5.000.000.00030%
Di atas Rp 5.000.000.00035%
Tarif ini dipakai untuk perhitungan tahunan, bukan langsung untuk potongan bulanan seperti TER.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Apakah TER menambah beban pajak dibanding aturan lama?+
Tidak. TER hanya menyederhanakan cara menghitung potongan bulanan. Total pajak yang dibayar dalam satu tahun tetap sama, karena perhitungan ulang tahunan di masa pajak terakhir memakai tarif progresif yang sama seperti sebelumnya.
Kenapa potongan PPh 21 bulan Desember biasanya beda dari bulan lain?+
Karena bulan Desember (atau masa pajak terakhir) memakai perhitungan ulang secara tahunan berdasarkan tarif progresif Pasal 17, bukan tarif TER bulanan. Selisih antara total pajak setahun dengan yang sudah dipotong Januari-November dibebankan atau dikembalikan di bulan itu.
Apakah THR dan bonus ikut kena tarif TER bulanan biasa?+
Ya, THR dan bonus digabung dengan penghasilan bulan itu, sehingga total penghasilan bruto bulan tersebut naik dan bisa masuk ke lapisan tarif TER yang lebih tinggi, membuat potongan pajak bulan itu terasa lebih besar dari biasanya.
Share :

Leave feedback about this

  • Rating