Kalkulator Cicilan KPR
Simulasikan cicilan bulanan KPR sesuai harga rumah, uang muka, dan tenor pilihan kamu. Hasilnya perkiraan, dipakai untuk gambaran awal sebelum ke bank.
Cara Menghitung Cicilan KPR
Cicilan KPR dihitung dari tiga angka utama: harga rumah dikurangi uang muka (jadi pokok pinjaman), suku bunga per tahun, dan tenor atau lama waktu cicilan. Semakin besar DP yang kamu bayar di awal, semakin kecil pokok pinjaman, dan semakin kecil juga cicilan bulanannya.
Tenor yang lebih panjang membuat cicilan per bulan terasa lebih ringan, tapi total bunga yang dibayar sepanjang masa pinjaman jadi lebih besar. Sebaliknya, tenor pendek bikin cicilan bulanan lebih berat tapi total bunga yang dibayar lebih kecil.
Kesalahan Umum Saat Mengajukan KPR
- Hanya menghitung cicilan bulanan tanpa memperhitungkan biaya lain seperti provisi, asuransi, dan biaya notaris
- Memilih tenor terpanjang tanpa sadar total bunga yang dibayar bisa lebih besar dari harga rumah itu sendiri
- Tidak membandingkan suku bunga fixed di tahun pertama dengan bunga floating di tahun-tahun berikutnya
- Mengajukan KPR dengan cicilan mendekati batas maksimal 30 persen dari penghasilan bulanan, tanpa ruang untuk kebutuhan lain
Aturan umum yang dipakai bank: cicilan KPR sebaiknya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bulanan bersih. Kamu bisa cek estimasi gaji dan potongan pajak lewat kalkulator gaji UMR kami.
Perbandingan Suku Bunga KPR Bank Umum
Tabel ini gambaran umum kisaran suku bunga KPR di pasar. Angka sebenarnya bisa berbeda tergantung program promo, jenis rumah, dan profil kredit masing-masing peminjam.
| Bank | Bunga Tahun Pertama | Bunga Setelahnya | Tenor Maksimal |
|---|---|---|---|
| Bank Umum Nasional A | 4.5% – 5.5% | 9% – 11% | 20 tahun |
| Bank Umum Nasional B | 5% – 6% | 9.5% – 11.5% | 25 tahun |
| Bank Syariah C | 6% (margin tetap) | 6% (margin tetap) | 15 tahun |
| Bank Umum Nasional D | 4.75% – 5.75% | 10% – 12% | 20 tahun |
