Blog

Panduan Lengkap Cara Menggunakan Ubersuggest untuk Riset Kata Kunci 2026

Punya website atau blog yang keren tapi sepi pengunjung tentu rasanya menyedihkan. Di tengah miliaran informasi yang ada di internet saat ini, membuat konten yang bagus saja tidak lagi cukup. Agar tulisan atau produk bisa ditemukan oleh jutaan orang di Google, kamu memerlukan strategi yang bernama SEO (Search Engine Optimization). Dan senjata utama dalam SEO adalah riset kata kunci (keyword research).

Bagi pemula, dunia SEO sering kali terdengar rumit dengan banyaknya istilah yang memusingkan dan sulit diingat. Beruntung, saat ini ada banyak alat bantu (tools) yang bisa mempermudah itu. Salah satu yang paling populer dan ramah kantong adalah Ubersuggest.

Dikembangkan oleh pakar pemasaran digital ternama, Neil Patel, Ubersuggest menjelma menjadi salah satu tool SEO favorit termasuka Google Keyword Planner, baik untuk blog (blogger), pemilik bisnis online, hingga pemasar digital.

Mengapa? Karena selain tampilannya yang sangat simpel dan mudah dipahami oleh pemula, tool ini juga menyediakan versi gratis yang cukup fungsional untuk memulai riset.

Jika baru pertama kali mendengar tentang alat ini atau masih bingung bagaimana cara memaksimalkannya, kamu berada di tempat yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas panduan lengkap cara menggunakan Ubersuggest dari nol.

Mulai dari mencari ide kata kunci yang minim persaingan, hingga trik mengintip strategi website kompetitor agar kontenmu bisa bersaing di halaman pertama Google.

Yuk, kita mulai!

Apa Itu Ubersuggest?

Ubersuggest adalah sebuah tool atau perangkat lunak berbasis web yang dirancang khusus untuk membantu proses optimasi mesin pencari (SEO) dan pemasaran konten (content marketing).

Awalnya, Ubersuggest hanyalah sebuah alat sederhana yang mengumpulkan saran kata kunci dari Google Suggest. Namun, setelah diakuisisi oleh pakar digital marketing dunia, Neil Patel, tool ini disulap menjadi platform SEO On Page yang sangat lengkap dan mampu bersaing dengan alat-alat premium lainnya.

Apa Kegunaan Ubersuggest?

Secara garis besar, Ubersuggest digunakan untuk tiga kebutuhan utama dalam dunia pemasaran digital:

  • Riset Kata Kunci (Keyword Research): Menemukan kata kunci yang paling banyak dicari oleh target audiens di Google, lengkap dengan data volume pencarian dan tingkat kesulitannya.
  • Analisis Kompetitor (Competitor Analysis): Mengintip performa website saingan untuk mengetahui dari mana asal trafik mereka dan kata kunci apa saja yang membuat mereka sukses berada di halaman pertama.
  • Audit SEO (Site Audit): Memeriksa kesehatan website untuk menemukan kesalahan teknis (seperti error atau halaman lambat) yang bisa menghambat peringkat di Google.

Kelebihan dan Kekurangan Ubersuggest

Berikut adalah tabel perbandingan keunggulan dan kelemahan Ubersuggest yang perlu diketahui:

Keunggulan (Kelebihan)Kekurangan
Sangat Ramah Pemula: Tampilan dashboard-nya bersih, sederhana, dan tidak membingungkan seperti tool SEO besar lainnya.Keterbatasan Versi Gratis: Kuota pencarian harian untuk pengguna gratis saat ini sangat dibatasi dan mengharuskan login akun Google.
Harga Relatif Terjangkau: Jika ingin beralih ke versi berbayar (Premium), harganya jauh lebih murah dibanding kompetitor seperti Ahrefs atau SEMrush.Data Kurang Mendalam untuk Web Besar: Untuk kebutuhan agensi besar atau analisis website berskala jutaan trafik, datanya terkadang kurang seakurat tool premium kompetitor.
Tersedia Fitur Lifetime Access: Menyediakan pilihan bayar sekali untuk akses seumur hidup, sebuah pilihan yang jarang ada di dunia tool SEO.Saran Kata Kunci Terkadang Berulang: Beberapa ide kata kunci turunan yang ditampilkan terkadang terlalu mirip satu sama lain.
Fitur AI Writer Terintegrasi: Membantu pengguna membuat draf atau ide artikel secara otomatis berdasarkan kata kunci yang dibidik.Fitur Audit Masih Standar: Fitur untuk memeriksa kesehatan website (SEO Analyzer) masih tergolong dasar.

4 Langkah Menggunakan Ubersuggest untuk Riset Kata Kunci

Sekarang kita masuk ke bagian yang paling seru, yaitu praktek langsung. Riset keyword adalah dasar utama agar artikel yang ditulis tidak berakhir sia-sia tanpa pembaca.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, pastikan sudah menyiapkan satu topik utama (misalnya: cara menanam hidroponik) sebelum mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

Langkah 1: Akses dan Login

Buka peramban (browser) kamu dan kunjungi situs resmi Ubersuggest.

Jangan langsung mengetik di kolom pencarian. Klik tombol Sign In atau Register di pojok kanan atas terlebih dahulu, lalu masuk menggunakan akun Google.

Mengapa harus login?

Jika menggunakan Ubersuggest tanpa login, kuota pencarian gratis akan sangat sedikit. Dengan melakukan login menggunakan akun Google gratisan, kamu akan mendapatkan kuota pencarian harian yang lebih longgar.

Langkah 2: Mencari Kata Kunci Utama dan Mengatur Target Negara serta Bahasa

SEO sangat bergantung pada lokasi target audiens. Jika target pembacamu adalah orang Indonesia, maka wajib mengatur bahasanya terlebih dahulu.

  1. Di halaman utama ada tampilan kolom pencarian besar.
  2. Masukkan kata kunci utama atau topik yang ingin dibahas.
  3. Pada opsi menu drop-down di sebelah kolom pencarian, ubah pengaturannya menjadi Indonesian / Indonesia.
  4. Klik tombol Search atau Mulai.

Langkah 3: Membaca dan Memahami Data Ubersuggest

Setelah halaman hasil pencarian terbuka, Ubersuggest akan menampilkan sebuah dashboard ringkasan (Keyword Overview). Jangan bingung melihat angka-angka yang muncul. Berikut adalah 4 metrik utama yang wajib dipahami:

  • Search Volume (Volume Pencarian): Menunjukkan berapa kali kata kunci tersebut diketikkan di Google dalam waktu satu bulan. Semakin tinggi angkanya, semakin banyak calon pengunjungnya.
  • SEO Difficulty / SD (Tingkat Kesulitan SEO): Estimasi seberapa berat persaingan untuk bisa masuk halaman pertama Google dengan kata kunci ini. Angkanya berkisar antara 1–100. Bagi pemula, carilah angka SD di bawah 30 (berwarna hijau) karena persaingannya masih tergolong mudah.
  • Paid Difficulty (Tingkat Kesulitan Iklan): Estimasi persaingan jika ingin mengiklankan kata kunci tersebut menggunakan Google Ads. Jika fokus adalah SEO organik (gratisan), metrik ini bisa diabaikan.
  • CPC (Cost Per Click): Rata-rata biaya yang dibayar oleh pengiklan untuk setiap klik. Bagi pemilik blog, angka CPC yang tinggi menandakan bahwa kata kunci tersebut bernilai komersial tinggi dan potensial menghasilkan uang dari Google AdSense.

Langkah 4: Mencari Kata Kunci Turunan (Keyword Ideas)

Jangan hanya terpaku pada satu kata kunci utama. Biasanya kata kunci utama memiliki tingkat persaingan (SD) yang sangat tinggi. Solusinya adalah mencari kata kunci turunan atau Long Tail Keyword (kata kunci yang lebih panjang dan spesifik).

  1. Pada menu di sebelah kiri dashboard, klik menu Keyword Research > lalu pilih Keyword Ideas.
  2. Kamu akan disuguhkan ratusan alternatif kata kunci yang berhubungan dengan topik yang ditarget.
  3. Gunakan fitur Filter untuk menyaring hasil. Contoh trik rahasia untuk pemula: Atur filter Max SD ke angka 30.
  4. Ubersuggest otomatis akan menyaring dan hanya menampilkan kata kunci yang ramai pencari (Volume tinggi) tetapi mudah untuk dimenangkan oleh blog baru (SD rendah).
  5. Catat atau ekspor daftar kata kunci tersebut ke dalam format Excel/CSV dengan mengklik tombol Export to CSV di bagian bawah.

Kesalahan dalam Menggunakan Ubersuggest dan Solusi

Banyak pemula yang mengeluh tidak melihat hasil yang signifikan pada blog mereka meski sudah rajin melakukan riset lewat Ubersuggest. Setelah ditelusuri, masalahnya bukan pada tool SEO ini, melainkan pada cara penggunaannya yang kurang tepat.

Berikut adalah beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan pemula saat menggunakan Ubersuggest beserta solusinya:

1. Terlalu Terpaku pada Volume Pencarian Tinggi

Pemula biasanya langsung tergiur ketika melihat sebuah kata kunci memiliki Search Volume puluhan ribu per bulan, lalu langsung nekat menulis topik tersebut.

Akibatnya, artikel tenggelam di Google karena kata kunci bervolume tinggi umumnya dikuasai oleh media besar dengan nilai SEO Difficulty (SD) yang sangat merah (sulit).

Untuk mengatasinya, segera turunkan harapan yang mustahil. Di awal membangun blog, pilihlah Long-Tail Keyword (kata kunci panjang) yang volumenya kecil (misal: 100–500 pencarian/bulan) tetapi angka SD-nya di bawah 25. Lebih baik menduduki peringkat #1 untuk kata kunci kecil daripada peringkat #90 untuk kata kunci raksasa.

2. Mengabaikan Maksud Pencarian (Search Intent)

Menulis artikel tanpa menganalisis apa yang sebenarnya dicari oleh orang yang mengetikkan kata kunci tersebut di Google.

Contoh: Kamu membidik kata kunci “Harga Ubersuggest Premium”. Alih-alih membuat artikel ulasan daftar harga dan paket, kamu justru menulis artikel tutorial cara riset keyword.

Solusinya, Ubersuggest menyediakan fitur Content Ideas di menu sebelah kiri. Gunakan fitur tersebut untuk melihat artikel seperti apa yang sudah berhasil duduk di halaman pertama untuk kata kunci pilihan. Ikuti struktur dan gaya pembahasan yang diinginkan audiens.

3. Asal Menggunakan Fitur AI Writer tanpa Editing

Ubersuggest memiliki fitur AI Writer bawaan yang bisa membuat artikel secara otomatis. Banyak pengguna yang langsung menyalin (copy-paste) mentah-mentah hasil tulisan AI tersebut ke blog mereka.

Dan hasilnya? Artikel terasa kaku, tidak memiliki sentuhan manusia (human touch), dan beresiko sulit bersaing karena algoritma Google saat ini sangat mengutamakan konten yang memiliki pengalaman nyata (prinsip E-E-A-T).

Solusinya, jadikan AI Writer di Ubersuggest hanya sebagai kerangka (outline) atau draf awal saja. Kamu wajib menulis ulang, menambahkan opini pribadi, contoh kasus nyata, serta gaya bahasa sendiri agar artikel tersebut terasa hidup dan bermanfaat.

4. Lupa Mengganti Setelan Negara (Default Region)

Karena terburu-buru, pengguna sering kali lupa mengubah setelan negara di kolom pencarian, sehingga membiarkan setelan bawaannya tetap “United States” (Amerika Serikat).

Data volume pencarian dan tingkat kesulitan yang muncul adalah data untuk wilayah Amerika, bukan Indonesia. Akibatnya, strategi konten yang dibuat menjadi salah sasaran.

Solusinya, selalu jadikan “Cek Setelan Negara (Indonesian/Indonesia)” sebagai pilihan wajib pertama kali sebelum menekan tombol Search.

Bagian kesalahan dan solusi ini akan membuat artikelmu terlihat ditulis oleh seorang ahli yang benar-benar paham apa yang dibahas.

Perbandingan Ubersuggest dan Google Keyword Planner (Mana yang Leih Baik?)

Ketika berbicara tentang alat riset kata kunci gratis, Google Keyword Planner (GKP) adalah nama pertama yang sering dibanding-bandingkan dengan Ubersuggest. Keduanya sama-sama hebat, tetapi memiliki tujuan utama dan karakteristik yang sangat berbeda.

Untuk membantu kamu menentukan mana yang paling cocok untuk strategimu, berikut adalah perbandingan mendalam di antara keduanya:

1. Fokus dan Tujuan Utama

  • Google Keyword Planner: Alat ini sebenarnya didesain khusus untuk para pengiklan berbayar (Google Ads). Fungsi utamanya adalah membantu pengiklan menemukan kata kunci untuk keperluan kampanye iklan, bukan murni untuk SEO organik.
  • Ubersuggest: Alat ini sejak awal dirancang khusus untuk kebutuhan SEO Organik dan Content Marketing. Semua metrik yang ditampilkan berorientasi pada bagaimana cara menembus halaman pertama Google tanpa harus membayar iklan.

2. Akurasi dan Detail Data

  • Google Keyword Planner: Keunggulannya adalah data volume pencarian berasal langsung dari dapur Google, sehingga tingkat akurasinya sangat tinggi. Sayangnya, jika akun Google Ads tidak sedang menjalankan iklan aktif (tidak mengeluarkan uang), Google hanya akan menampilkan data volume dalam bentuk rentang yang sangat abstrak (misal: 1K – 10K atau 10K – 100K).
  • Ubersuggest: Meskipun versi gratisnya dibatasi, Ubersuggest tetap menampilkan angka volume pencarian secara spesifik (misalnya: 2.400 pencarian/bulan). Hal ini jauh lebih membantu pemula untuk melakukan analisis yang presisi.

3. Kemudahan Membaca Metrik Kompetisi

  • Google Keyword Planner: Metrik kompetisi yang ditampilkan (Low, Medium, High) adalah tingkat persaingan antar-pengiklan, bukan persaingan artikel di ranah SEO. Jadi, kata kunci dengan kompetisi “Low” di GKP bisa saja aslinya sangat sulit ditembus di halaman pertama SEO.
  • Ubersuggest: Menyediakan metrik SEO Difficulty (SD) yang akurat untuk mengukur seberapa berat persaingan artikel blog. Semakin kecil angkanya, semakin besar peluang blog baru untuk masuk halaman pertama.

Tabel Perbandingan

Fitur / KebutuhanUbersuggestGoogle Keyword Planner
Tujuan UtamaRiset Konten Blog & SEO OrganikRiset Iklan Berbayar (Google Ads)
Tampilan VolumeAngka Spesifik (misal: 1.200)Rentang Angka (misal: 1K – 10K)*
Analisis KompetitorYa, bisa intip website lawanTidak, hanya fokus pada kata kunci
Metrik Kesulitan SEOAda (SEO Difficulty / SD)Tidak Ada (Hanya Kompetisi Iklan)
Kemudahan PenggunaanSangat Ramah PemulaSedikit Rumit untuk Non-Pengiklan

*Catatan: GKP akan menampilkan angka spesifik hanya jika kamu memiliki iklan yang aktif berjalan dan berbayar.

Mana yang Harus Dipilih atau yang Lebih Baik?

Jika tujuan utamamu adalah menulis artikel blog, mencari ide konten, dan ingin menaikkan peringkat website secara alami (gratisan), maka Ubersuggest adalah pemenang mutlak karena fiturnya jauh lebih lengkap untuk kebutuhan SEO.

Namun, jika kamu berencana untuk beriklan di Google (menggunakan Google Ads) atau ingin mencari alternatif validasi volume pencarian langsung dari sumber pertama, Google Keyword Planner bisa menjadi pelengkap yang bagus.

Share :

putras

Putras adalah penulis dan praktisi SEO yang telah aktif mengoptimasi website sejak tahun 2008. Berbekal pengalaman panjang menghadapi pasang surut algoritma Google, ia fokus membagikan strategi SEO organik, adaptasi tren AI, dan penulisan konten yang ramah pembaca sekaligus ramah mesin pencari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button