5 Kesalahan Umum Saat Mengajukan KPR Pertama Kali
Ambil KPR itu keputusan finansial terbesar yang dijalani kebanyakan orang, tapi banyak yang masuk ke prosesnya tanpa persiapan yang cukup. Berikut lima kesalahan yang paling sering bikin pengajuan KPR pertama kali jadi berat di kemudian hari, atau bahkan ditolak dari awal.
1Tidak Menghitung Kemampuan Bayar Lebih Dulu
Banyak orang mulai cari rumah dulu, baru mikirin cicilannya belakangan. Padahal urutan yang lebih aman itu terbalik: hitung dulu berapa cicilan maksimal yang aman dari penghasilan bulanan, baru cari rumah sesuai kisaran harga itu. Aturan umum yang dipakai bank, cicilan KPR sebaiknya tidak lebih dari 30 persen dari penghasilan bersih bulanan, di luar cicilan lain yang mungkin sudah berjalan.
Cek dulu estimasi gaji bersih kamu lewat kalkulator gaji, baru simulasikan cicilan KPR-nya supaya tau batas harga rumah yang realistis.
2Cuma Fokus ke Cicilan Bulanan, Lupa Biaya Lain
Cicilan bulanan bukan satu-satunya biaya yang keluar saat ambil KPR. Ada biaya provisi bank (biasanya sekitar 1 persen dari plafon), biaya notaris, biaya appraisal atau penilaian jaminan, premi asuransi jiwa dan kebakaran, serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Total biaya di luar cicilan ini bisa mencapai 7 sampai 10 persen dari harga rumah, dan biasanya harus dibayar di awal, bukan dicicil.
3Tidak Membandingkan Penawaran dari Beberapa Bank
Suku bunga KPR fixed di tahun pertama antar bank bisa berbeda cukup jauh, dan yang lebih penting lagi, bunga floating di tahun-tahun berikutnya juga bervariasi. Banyak orang cuma cek satu bank, biasanya bank tempat gaji ditransfer, padahal membandingkan 2 sampai 3 penawaran bisa menghemat jutaan rupiah dalam total masa cicilan.
4Memilih Tenor Terpanjang Tanpa Sadar Total Bunganya
Tenor panjang memang bikin cicilan bulanan terasa ringan, tapi semakin panjang tenor, semakin besar juga total bunga yang dibayar sepanjang masa pinjaman. Dalam beberapa kasus, total bunga yang dibayar bisa mendekati atau bahkan melebihi harga rumah itu sendiri kalau tenornya diambil maksimal tanpa pertimbangan matang.
Coba bandingkan beberapa skenario tenor lewat kalkulator KPR, lihat sendiri selisih total bunga antara tenor 15 dan 20 tahun untuk harga rumah yang sama.
5Tidak Cek Riwayat Kredit Sebelum Mengajukan
Bank akan mengecek riwayat kredit calon peminjam lewat sistem SLIK OJK sebelum menyetujui KPR. Tunggakan kartu kredit, cicilan lain yang macet, atau bahkan status penjamin di kredit orang lain bisa muncul di catatan ini dan mempengaruhi keputusan bank. Cek dulu riwayat kredit sendiri sebelum mengajukan, supaya kalau ada masalah, bisa diselesaikan lebih dulu daripada pengajuan ditolak tanpa penjelasan yang jelas.
Simulasikan Cicilan KPR Kamu
Sebelum ke bank, coba hitung dulu estimasi cicilan bulanan, total bunga, dan bandingkan skenario tenor yang berbeda.
Buka Kalkulator KPR