Analisa Bisnis Sayuran Hidroponik Mulai dari Persiapan hingga Pemasaran

Mau memulai bisnis sayuran hidroponik? Tapi, apa bisa untung besar?

Kalau berbicara untung, jelas kamu bisa mendapat laba besar dengan usaha hidroponik.

Tapi, tentu saja harus ada perhitungan matang.

Setidaknya, Anda harus tahu dulu apa itu sayuran hidroponik, bagaimana proses produksinya, dan analisa perhitungan.

Kenapa?

Karena, agar kamu dalam mengawali usaha bisnis ini bisa menentukan sekaligus mengontrol biaya pengeluaran agar tidak melambung melebihi penerimaan atau pemasukan.

Sayur Hidroponik, Apa Cocok buat Bisnis?

Jika kamu masih ragu memulai bisnis sayur hidroponik, itu wajar saja.

Padahal, jika kamu perdalam lagi, kebutuhan pasar saat ini akan sayur hidroponik sangat tinggi.

Apalagi, sayur hidroponik bisa kamu praktekkan sendiri tanpa perlu lahan luas.

Sangat cocok untuk yang ingin punya produksi sayur tapi minim lahan. Terutama, di area perkotaan yang notabene jelas lahan sangat terbatas.

Lalu, apa bedanya dengan sayuran yang dijual di pasar? Kan sama-sama sayuran?

That’s the point.

Kenapa Bisnis Sayuran Hidroponik?

Sekali lagi, sayur hidroponik jelas beda dengan sayuran yang ditanam secara konvensional (di lahan sawah).

Letak perbedaannya dari metode penanamannya.

Kalau umumnya sayur yang dijual di pasar ditanam di lahan sawah luas, maka sayur hidroponik dibudidayakan dengan media air.

Biasanya, petani hidroponik hanya menggunakan media pipa atau gully trapesium khusus sebagai media untuk mengalirkan air nutrisi ke setiap tanaman.

Sehingga, penanamannya pun lebih fleksibel. Bahkan, bisa diterapkan di lingkungan yang sempit sekalipun.

Ini menjadi salah satu keunggulan dari bisnis sayur hidroponik. Khususnya kamu yang suka tanam menanam di area urban yang padat bangunan.

Jadi, bisa dikatakan bahwa bisnis sayur hidroponik ini sangat cocok untuk kamu, khususnya yang hobi menanam sayur mayur.

Kelebihan dan Manfaat Sayuran Hidroponik

Selain metode yang berbeda, biasanya sayur hidroponik jauh lebih aman.

Tidak seperti sayur konvensional yang umumnya “terpaksa” menggunakan pestisida sebagai pencegah hama karena banyaknya hama yang bertebaran.

Justru, sayur hidroponik sama sekali tidak menggunakan pestisida.

Karena, umumnya ditanam di area yang tertutup dan dengan kontrol maksimal. Sehingga, tidak ada hama yang muncul.

Maka dari itu, sangat jarang sekali atau bahkan tak ada petani hidroponik yang menggunakan pestisida.

Selain itu, kelebihan dari sayur hidroponik pun juga cukup banyak. Antara lain 

  1. Rasa lebih renyah, ada sedikit manis-manisnya
  2. Akar lebih bersih
  3. Minim hama dan jamur

Bahkan, harga sayur hidroponik juga dirasa lebih mahal ketimbang sayuran konvensional pada umumnya.

Jelas, harganya yang tinggi tak lepas dari kualitas sayuran itu sendiri yang memang lebih aman dan sehat

Sehingga, tak heran jika konsumen yang mengincarnya pun adalah mereka yang peduli akan kesehatan konsumsi sayur.

Tak sampai disitu saja kawan, manfaatnya pun cukup banyak. Selain tidak butuh lahan luas, kamu pun akan memperoleh kemudahan, seperti :

  1. Mudah dalam menjualnya karena bisa langsung ditawarkan langsung ke konsumen tanpa perantara
  2. Harga lebih tinggi sehingga potensi dapat laba besar lebih tinggi
  3. Bisa dilakukan untuk skala kecil (pemula)
  4. Penanaman bisa diatur dengan rotasi untuk penentuan panen (seminggu panen atau per dua minggu panen)
  5. Tidak perlu gonta ganti pupuk. Cukup pupuk AB MIx khusus hidroponik

Nah, untuk kamu yang ingin memulai bisnis ini, yuk kita pelajari analisa persiapan bisnis sayur hidroponik yang lengkap. Mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga panen, dan pemasaran.

Target Konsumen Sayuran Hidroponik

Tak berbeda dengan bisnis lain, tentu saja usaha jualan sayur hidroponik memiliki target konsumen spesifik.

Untuk menentukan target yang tepat, sebelumnya kita pahami kembali apa saja manfaat dari membeli sayur hidroponik.

Salah satu yang paling jadi poin adalah tanaman hidroponik memiliki manfaat dari aspek rasanya yang renyah, tidak pahit, akar bersih, dan tentunya lebih sehat karena tanpa pestisida.

Jelas, dari manfaat yang ada pada sayur hidroponik tersebut, tentu target pembeli adalah mereka yang ingin sayuran bersih, kemasan packing, dan sehat tanpa pestisida.

Mereka tentu kebanyakan adalah orang yang peduli akan kesehatan. Bisa jadi, konsumen adalah :

  1. Para orang tua yang ingin memberikan asupan nutrisi sayur sehat untuk anak-anak mereka.
  2. Restoran yang mengedepankan aspek kebersihan sayur demi menambah nilai jual pada bahan makanan produksi mereka.
  3. Konsumen yang menyukai sayur kemasan packing yang bersih.
  4. Konsumen atau penjual jus sayur (jus sawi pakcoy misalnya).

Ketiga analisa tersebut merupakan analisis dasar untuk menentukan target konsumen.

Tentu, dari ketiga analisa tersebut, kamu bisa mengembangkan kembali siapa saja yang membutuhkan dan sangat menginginkan manfaat dari sayur hidroponik.

Memulai Bisnis/Usaha Sayur Hidroponik

Langkah pertama dalam mengawali usaha sayur hidroponik, kamu harus membuat catatan persiapan apa saja yang dibutuhkan.

Namun, jangan lupa, kamu juga harus menentukan dimana lokasi usaha untuk penempatan instalasi hidroponik.

1. Persiapan Alat dan Perlengkapan Hidroponik

Sebagai langkah awalan, kamu harus merancang perhitungan estimasi biayanya terlebih dahulu. 

Untuk estimasinya, terbagi menjadi 3 kategori, yakni modal awal, biaya operasional, dan biaya variabel/lain-lain.

Nah, berikut ada contoh penerapannya dengan asumsi instalasi hidroponik meja media pipa ukuran 2.5 inch sebanyak 8 batang untuk 180 lubang tanam (per pipa 20 lubang tanam).

  • Modal Awal

Agar lebih mudah dalam memahami, berikut adalah contoh ilustrasi estimasi modal awal untuk memulai usaha hidroponik.

Instalasi hidroponik (pipa 2,5 inch) 160 lubang (termasuk netpot/pot kecil untuk media tanam sayur 160 buah)Rp 2.000.000
Instalasi peremajaan (pipa 2 inch) 160 lubangRp 1.600.000
Pompa air aquarium bertekanan 2 meter 2 buahRp 250.000
Tandon air ukuran 82 liter dan 52 literRp 200.000
Bahan dan alat pemasangan rangka dari kanal C baja ringan untuk dua instalasi (pembesaran dan peremajaan)Rp 500.000
Paket instalasi persemaianRp 1.000.000
Nampan 4 buah untuk pra semaiRp 80.000
Jumlah Total Modal AwalRp 5.630.000

Perlu untuk kamu ketahui bahwa asumsi persiapan untuk modal awal tersebut merupakan persiapan instalasi hidroponik dengan model meja.

Lalu, dalam aspek lain, untuk instalasi persemaiannya, kita asumsikan membeli yang sudah jadi saja (tinggal rakit) yang biasa dijual di berbagai marketplace dengan kisaran harga di angka ratusan ribu hingga Rp 1 jutaan. Selanjutnya, kita estimasikan untuk biaya operasional.

  • Biaya Operasional

Untuk biaya operasional disini, ada beberapa poin yang memang diperlukan sebagai langkah implementasinya.

Antara lain sebagai berikut :

Total pembelian benih per kemasan (sawi pak coy, selada rz junction, sawi bakso, kangkung)Rp 300.000
Media tanam rockwool (khusus hidroponik) 1 slabRp 60.000
Pembelian pupuk atau nutrisi AB MIX kemasan 1 liter & TDS pengukur kepadatan pupukRp 80.000
Plastik packing + kresek putihRp 50.000
Listrik 1 bulanRp 200.000
Timbangan digitalRp 50.000
Biaya lain-lainRp 100.000
Total biaya operasional dalam waktu 80 hari (estimasi untuk 2x panen)Rp 840.000

2. Proses Penanaman dari Semai hingga Pindah Tanam dan Panen

Selanjutnya, jika seluruh total biaya operasional dan modal sudah siap, kita tinggal aplikasikan alat dan perlengkapan yang dibutuhkan.

Nah, untuk prosesnya sendiri, akan lebih baik jika dilakukan secara rotasi sebaai manajemen teknik penanaman hidroponik.

Maksudnya, tidak semua benih langsung ditanam. Maka, diperlukan modul peremajaan yang nantinya digunakan sebagai awal pertumbuhan sebelum masuk ke modul pembesaran.

Ilustrasinya seperti ini,

Jumlah lubang tanam pembesaran ada 160 lubang. Modul peremajaan berjumlah 160 lubang. Maka, kamu perlu menyemai sebanyak 160 biji sayuran hidroponik.

Persemaian awal dilakukan di media nampan dengan menggunakan rockwool yang khusus untuk hidroponik.

Setelah seminggu atau saat muncul daun ke tiga (biasanya 7-10 hari) selanjutnya dipindah ke modul peremajaan berjumlah 160 lubang tadi.

Saat perpindahan dari semai ke modul peremajaan, usahakan kamu perlu menyemai 160 lubang lagi.

Jika sayuran di modul peremajaan sudah berusia 20 atau 21 hari maka segera pindah ke lubang pembesaran. Begitu juga yang sudah disemai sebelumnya.

Secara mudah, seperti manajemen tanam rotasi yang dikutip dari TanamanHidroponikku. Kamu bisa melihat diagram rotasinya di bawah ini dengan asumsi penanaman bayam dan kangkung :

Image source
Image source
Image source
Image source

Selanjutnya, kamu hanya perlu melakukan kontrol terhadap kondisi air nutrisi AB Mix setiap hari dengan kadar ppm yang disesuaikan.

Agar kamu bisa lebih paham detail bagaimana proses dari semai, pindah tanam hingga panen, kamu bisa belajar lebih dalam lagi dari berbagai sumber.

Namun, satu aspek yang jelas bahwa untuk panen, setiap jenis sayur memiliki masa panen berbeda-beda. Namun, rata-rata usia panen adalah 30 – 40 hari setelah masa semai.

3. Persiapan Penentuan Harga Jual

Kemudian, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan harga jual. Caranya, kamu perlu melakukan analisis dengan survey harga pasaran.

Dalam menentukan harga, kamu harus tahu harga pasaran dari sayuran hidroponik. Mengingat, harga sayur hidroponik tak bisa serta merta disamakan dengan sayur biasa.

Pasalnya, setiap jenis sayur memiliki rentang harga yang berbeda-beda. Bahkan, tiap daerah pun juga harganya tak sama.

Misalnya, di Jogja, harga sayur sawi pakcoy per Kg Rp 7.500, sedangkan di daerah lain, seperti area Bandung misalnya, harganya lebih mahal dengan rentang Rp 8.000 – Rp 9.000.

Itu baru sayur konvensional dari petani yang sistem penanamannya di lahan media tanah, belum sayur hidroponik yang tentu harganya lebih mahal. Per Kg bisa lebih dari Rp 15.000 untuk sawi pakcoy.

Oleh sebab itu, untuk menentukan harga jual yang bersaing, kamu perlu mengenali daerah target pasar dan jenis sayuran apa yang paling laris di area tersebut.

Biar lebih mudah, berikut ini harga jual sayur hidroponik yang umumnya dijual oleh para petani hidroponik dalam hitungan per Kg :

  1. Selada kelapa (Butterhead) memiliki harga jual antara Rp 20.000 – Rp 25.000.
  2. Selada coy (Romaine) harganya berkisar di angka Rp 25.000.
  3. Selada keriting memiliki harga jual p 20.000.
  4. Selada RZ Junction harganya bisa mencapai Rp 30.000.
  5. Sawi Pakcoy yang umumnya dijual dengan harga Rp 18.000 hingga Rp 20.000
  6. Kangkung biasanya dijual pada rentang Rp 10.000 sampai Rp 18.000.

Perlu kamu tahu bahwa kisaran atau rentang harga di atas merupakan harga rata-rata.

Setiap daerah memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung dari persaingan dan stok sayur hidroponik.

Yang jelas, harga sayuran hidroponik jika dianalisis sudah pasti akan memberikan laba yang maksimal.

Contohnya saja kita asumsikan akan panen selada dengan packing antara 300 gram, 500 gram, dan 1 Kg dengan jumlah tanam 160 lubang. Berikut perhitungannya : 

Selada 300 gram (isi 1-2 batang)Rp 10.000
Selada 500 gram (isi 2-3 batang)Rp 14.500
Selada 1 Kg (isi 3-5 batang)Rp 25.000

Dengan jumlah 160 lubang maka kemungkinan kamu bisa menjual 30-32 Kg sekali panen dalam waktu 40 hari.

Bisa kamu kalikan saja, jika per Kg Rp 25.000 maka untuk jumlah 30 Kg kamu akan mendapat keuntungan kotor sebesar Rp 750.000.

1 Kg selada isi 5 batangRp 25.000
30 Kg selada (per packing isi 5)Rp 750.000

Itu untuk panen dengan rotasi/manajemen tanam seminggu sekali. Berarti, jika per panen tiap minggunya Rp 750.000 laku maka dalam satu bulan (4 minggu) keuntungan yang dicapai bisa mencapai Rp 3.000.000

Laba kotor tersebut per 80 hari (estimasi) dikurangi biaya operasional sebesar kurang lebih Rp 790.000 maka selisihnya bisa menjadi keuntungan kamu.

Tapi, itu semua juga tergantung jenis sayur yang dijual dan harga pasaran di daerah kamu.

Sayuran kangkung misalnya, per ikat (300 gram) umumnya dijual Rp 2.500 hingga Rp 4.000. Maka, keuntungan yang didapat pun akan lebih sedikit.

Namun, untuk perawatan dan masa panennya cukup cepat, hanya perlu menunggu waktu sekitar 21 hari saja sudah panen.

Bisa dikatakan satu kali panen selada sama dengan masa panen kangkung 2 kali. Sekali lagi, tergantung dengan sayuran yang hendak kamu jual.

Meski begitu, tetap saja jualan sayur itu akan memberikan kamu keuntungan maksimal bila memiliki manajemen yang tepat dan rotasi tanam yang efektif.

Menjanjikan bukan? Tentu saja, kuncinya ada pada rotasi tanamnya. Jika kamu bisa menjalankan dan sudah mendapatkan pelanggan di pasaran.

Tentu saja, di awal usaha kamu akan perlu beberapa langkah untuk bisa masuk ke pasar konsumen.

Namun, sekali lagi kamu harus bisa menjaga agar catatan pembukuan keuangan tetap terus tercatat dengan tepat untuk meminimalisir keluarnya budget yang banyak.

Apalagi, jika kamu memiliki catatan pembukuan keluar masuk uang secara berkesinambungan. Sehingga, kontrol dana yang keluar atau masuk bisa lebih transparan dan terkendali.

4. Pemasaran Sayur Hidroponik

Setelah memahami berbagai akses persiapan saat akan mengawali usaha hidroponik, tentu saja kamu harus melakukan serangkaian pemasaran.

Maksud dari serangkain pemasaran di sini lebih cenderung kepada susunan strategi dalam mengenalkan produk ke konsumen.

Sebagai awalan saja, kamu perlu sedikit rumus untuk memperkenalkan produk. Setidaknya, agar orang-orang tahu dulu bahwa kamu menjual sayur hidroponik yang banyak manfaat bagi kesehatan.

  • Jual dengan Sistem Pre-Order

Sistem pre-order dalam bisnis sayuran, sudah jelas akan menjadi salah satu aspek penting yang akan menguntungkan bagi bisnis kamu.

Karena, dengan sistem pre-order, kamu pun dalam hal ini tak perlu membeli atau menyediakan stok banyak-banyak dulu.

Jadi cukup mempersiapkan sesuai yang dipesan saja. Nah, kalau permintaan mulai banyak, kamu pun bisa menyediakan stok lebih banyak dan bisa dipasarkan langsung.

Di sisi lain, cara jualan sayuran online dengan sistem pre-order, konsumen pastinya akan menerima produk sayuran tersebut dalam kondisi segar.

Sebab, Anda membeli sayur setelah ada pemesanan sehingga tak perlu waktu lama menyimpan sayur yang hendak Anda jual tersebut.

Ini menjadi tips jitu untuk menarik kepercayaan konsumen kepada tempat jualan sayur Anda bahwa Anda menjaga kualitas kesegaran sayur.

  • Tentukan Jasa Pengiriman dan Lingkup Pengiriman dengan Lokasi Terjangkau

Untuk sayuran yang dijual online, Anda harus menentukan jasa pengirimannya. Apakah mau diantar sendiri atau menggunakan jasa ojol.

Soal pengiriman sayur ke konsumen, sebenarnya menjadi pilihan Anda. Namun, yang harus dipertimbangkan adalah soal biaya jasa kirimnya.

Bagi beberapa orang, membayar jasa kirim bukan jadi masalah.

Tapi, bagi sebagian orang, jasa kirim bisa menjadi perhitungan mereka para pembeli. Apalagi jika menggunakan jasa ojol yang penentuan ongkirnya by sistem.

Untuk itu, agar terlihat jasa kirimnya tidak terlalu mahal, Anda bisa membuat paket kemasan sayur yang dihitung per bobotnya.

Bisa per Kg atau per 500 gram dengan harga yang realatif sesuai harga pasar. Sehingga, tidak akan banyak selisih antara harga sayur dan biaya pengiriman.

Contohnya, untuk harga sayur selada misalnya. Anda hitung per kemasan per Kg dengan harga Rp 25.000 untuk pengiriman di dalam jangkauan area maksimal 3 Km dari tempat jualan Anda.

Maka, dari perhitungan tersebut ongkir jasa pengiriman pun tak akan jauh dari harga sayuran, bisa berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 15.000 per Km.

Opsi lain, jika kamu ingin lebih bisa mengendalikan ongkir, tentu bisa mengirimnya sendiri.

Bahkan, bisa menentukan sendiri ongkirnya sesuai dengan jarak tempuh.

Ini merupakan aspek penting, terutama dalam soal penjualan sayur melalui media online dengan pemesanan pre-order.

  • Promosikan via Online

Sebagaimana kita tahu bahwa media online menjadi salah satu kunci pemasaran yang sangat efektif.

Tentu saja, syaratnya kamu harus tahu :

  1. Target konsumen (orang yang butuh sayur sehat tanpa pestisida)
  2. Restoran dengan menu makanan khusus sayur hidroponik
  3. Para orang tua yang ingin menjaga asupan sayur non pestisida

Kemungkinan, mereka adalah orang yang memiliki usia antara 21 – 50 tahun yang mana membutuhkan asupan sayuran sehat dan higienis tanpa pestisida.

Maka, kamu bisa menawarkan manfaat tersebut dengan menjelaskannya melalui media sosial. Bisa pakai FB, instagram, atau ditulis dalam deskripsi marketplace.

  • Kemas Sayur dengan Rapi dan Bersih

Kebersihan sayur sampai ke tangan pembeli menjadi nilai plus tersendiri bagi kebanyakan orang. Tentu, saja ini bisa menambah daya tarik sayuran yang kamu jual.

Maka dari itu, wajar jika model bisnis sayur kemasan pun kini menjadi pilihan, baik bagi para pedagang maupun pembeli.

Jadi, dalam hal ini pun kamu bisa mengemas sayuran yang hendak dijual online dengan kemasan bersih dan rapi disertai label dari toko milik kamu.

Permasalahan-Permasalahan Dalam Menjalankan Usaha Sayuran Hidroponik

Sebelum membahas lebih jauh, perlu kamu pahami pula, selain memiliki berbagai kemudahan, tentu ada sekian masalah yang sering dihadapi para petani sayur hidroponik.

Kamu juga perlu tahu masalah apa saja dalam berbisnis hidroponik. Tentu saja sebagai langkah untuk mencegah atau mengantisipasi jika kendala dalam berhidroponik terjadi.

Nah, untuk itu, kamu harus mengenal sekaligus mempelajari berbagai rangkuman kendala umum dalam bisnis sayuran hidroponik sekaligus solusi untuk mengatasinya. Seperti :

1. Kutilang saat Semai

Pernah dengar istilah kutilang dalam dunia tanam menanam sayur?

Yapz, mungkin sebagian yang sudah bergelut di dunia hidroponik tentu saja paham bahwa masalah kutilang adalah kendala yang seringkali muncul, bahkan terkadang terjadi tak disengaja.

Tunggu dulu.

Memangnya kutilang dalam hidroponik itu apa sih?

Begini kawan,

Kutilang itu merupakan singkatan dari KUrus TInggi LANGsing.

Artinya, saat kamu menyemai, biji tanaman sayur yang berkecambah itu tumbuh ke atas dengan posisi terlalu tinggi.

Ibarat seperti kecambah yang punya ekor panjang atau apapun imajinasimu itu, yang penting bentuknya seperti itu.

Dalam dunia hidroponik, kondisi semaian seperti itu jelas akan memberikan hasil yang tak maksimal.

Lhoh? Kok bisa sih? Apa sebabnya?

Menurut para petani hidroponik yang berpengalaman, kendala kutilang pada semaian tersebut karena etiolasi.

Yakni hormon pertumbuhan yang meningkat secara berlebihan.

Tapi tenang kawan, kamu jangan khawatir

Karena ada alternatif untuk mengatasi kendala kutilang tersebut.

Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan rutin menaruh semaian di bawah terik matahari langsung dari pagi sampai sore.

Karena, hanya sinar matahari yang mampu menekan hormon pada tanaman yang membuat efek kutilang tersebut.

2. Penjualan Harus Bersaing dengan Pemasok Sayur

Selain itu, kendala yang perlu kamu persiapkan adalah persaingan dengan pemasok sayur konvensional.

Terutama, jika kamu berniat jualan di pasar tradisional misalnya.

Dengan selisih harga yang berbeda, jelas sayur konvensional yang notabene lebih murah akan jauh lebih laris ketimbang sayur hidroponik yang kamu jual.

Kecuali, jika kamu mau memasang harga dengan nominal yang sama dengan sayur konvensional.

Apalagi, jika kamu salah target konsumen, seperti beberapa orang yang belum tahu apa perbedaan sayur hidroponik dan sayur konvensional.

Bagi mereka, tentu saja anggapan sayur itu sama saja.

Solusinya, kamu harus benar-benar jeli dalam menentukan target konsumennya. Yaitu, orang yang paham sayur hidroponik dan menginginkan kemasan sayur yang bersih dan bebas pestisida.

Untuk menentukan target konsumen yang tepat, kamu bisa mencarinya dengan langkah-langkah yang sudah dijelaskan pada segmen sebelumnya.

3. Biaya Operasional Terkadang Membengkak

Perlu kamu waspadai juga bahwa dalam budidaya sayur hidroponik, beberapa komponen penunjang biasanya membuat pengeluaran membengkak di luar perhitungan.

Contohnya seperti benih, harga pupuk AB Mix, dan operasional listrik (untuk pompa).

Belum lagi dengan biaya untuk packing yang tentu membutuhkan plastik packing.

Plastik di sini perlu kamu hitung dan masukkan dalam list biaya operasional.

Untuk mencegah atau setidaknya menanggulangi pembengkakan pengeluaran, kamu bisa menerapkan beberapa tips.

Seperti dengan membeli benih sebanyak-banyaknya sebelum harga naik, begitu juga dengan pupuk AB Mix.

Selain itu, kamu juga perlu menyisihkan laba bersih beberapa persen sebagai dana jaga-jaga jika terjadi lonjakan tagihan listrik yang tentunya bisa berubah-ubah sesuai kebijakan PLN.

4. Sulit Masuk Supermarket

Umumnya, sayur hidroponik dijual di supermarket, seperti Super Indo misalnya. Hanya saja, untuk bisa masuk sebagai pemasok, tentu bukan hal yang mudah.

Kamu harus memiliki berbagai dokumen penunjang yang membuktikan bahwa kamu memiliki usaha yang legal.

Belum lagi, kamu harus bersaing dengan produsen pembudidaya hidroponik yang lebih dulu mendominasi pasar supermarket.

Nah, untuk tipsnya sendiri, kamu tak perlu terburu-buru masuk ke supermarket. Akan lebih efektif jika kamu tawarkan ke tetangga dan berikan secara gratis terlebih dulu.

Minta statement dari tetangga kanan kiri mu sebagai bukti akan kualitas sayuran. Meski diberikan secara cuma-cuma, setidaknya bisa kamu jadikan investasi pelanggan, khususnya bagi pemula.

Dari beberapa kendala tersebut, setidaknya bisa menjadi gambaran untuk kamu dalam membagun rencana persiapan.

Tentunya supaya kedepannya, berbagai kendala umum dalam berbisnis hidroponik bisa diminimalisir.

Kopi Terakhir

Dengan kelengkapan analisa bisnis usaha sayuran hidroponik ini maka sayuran yang kamu jual pun akan terkesan profesional di mata para konsumen yang membelinya sehingga memiliki nilai yang lebih tinggi.

Usaha sayur hidroponik memiliki masa depan yang cerah. Karena sayuran merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Dengan kelebihan dan manfaat sayur hidroponik dibandingkan konvensional, tentu sayuran hidroponik memiliki daya jual tinggi.

Artikel bisnis dibuat berdasarkan pengalaman dari seorang petani hidroponik sukses. Memiliki banyak cabang di setiap kota. Jika ada pertanyaan, jangan sungkan menanyakan dengan menggunakan kolom komentar di bawah ini.

Lihat juga : Analisa Usaha Online Alat Tulis Kantor.

Leave a Reply