6 Tips Kunci Sukses Berjualan Di Marketplace

Tahun 2021 adalah tahun yang membuka banyak peluang baru bagi banyak orang untuk mulai merintis bisnis mereka sendiri. Salah satu bisnis yang sedang naik daun karena adanya pandemik covid-19 sehingga mengharuskan ada pembatasan aktivitas keluar rumah adalah bisnis berjualan di marketplace.

Belanja Online Semakin Semarak

Kebiasaan berbelanja online telah menjadi rutinitas sebagian banyak orang terutama beberapa tahun belakangan ini. Menurut situs databoks ( https://databoks.katadata.co.id/tags/e-commerce ), Indonesia menduduki peringkat petama sebagai 10 negara dengan persentase penggunaan E-commerce tertinggi di dunia pada bulan April 2021 diikuti oleh Inggris dan Filipina di posisi ke-2 dan ke-3.

Selain itu, menurut situs bisnis.com, survei yang dilakukan Snapcart menunjukkan 59% dari 3.763 responden melakukan belanja secara daring atau online selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Fenomena belanja online ini juga didukung oleh adanya kemudahan transaksi secara online seperti e-wallet, rekening bersama, mobile banking, dan kartu kredit.

E-commerce atau marketplace telah menjadi platform yang paling sering digunakan untuk berbelanja secara online. Pandemi covid-19 ikut membawa dampak positif terhadap transaksi digital di e-commerce yang mengalami kenaikan hingga 548 juta transaksi dengan nominal mencapai 88 triliun Rupiah dilansir oleh situs kontan.co.id.

Banyaknya peraturan mengenai pembatasan kegiatan di luar rumah saat ini dikarenakan adanya pandemik wabah covid-19, maka tidak heran jika saat ini mulai banyak bisnis yang beralih dari offline menjadi online.

Selain itu, banyaknya waktu yang dihabiskan di dalam rumah saat ini membuat sebagian orang berpikir untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui berjualan online.

Tips Kunci Sukses Berjualan Di Marketplace

Membuka toko online di berbagai marketplace pun sangat mudah dan juga gratis. Namun, sama seperti bisnis lain pada umumnya, bisnis online pun juga memerlukan perencanaan yang baik supaya tidak mengalami kerugian. Berikut ini adalah 6 tips yang wajib kamu lakukan ketika akan memulai berjualan di marketplace.

Menentukan Produk Penjualan

Menentukan Produk Penjualan

Sebelum memutuskan untuk memulai suatu bisnis, menntukan produk atau jasa yang akan dijual adalah langkah paling pertama yang harus kamu lakukan.

Semua bisnis harus memiliki produk yang dapat membantu orang yang membelinya, sehingga keputusan untuk menentukan suatu produk adalah kunci yang paling penting supaya bisnis kita dapat memiliki pembeli.

Bagaimana caranya mendapatkan ide produk untuk dijual di marketplace? Kamu bisa mencari referensi atau ide produk-produk yang sedang ngetrend ataupun banyak dicari orang melalui marketplace yang akan kamu gunakan untuk berjualan online.

Berikut cara menentukan produk untuk berjualan di marketplace :

Mencari Produk Terlaris

Produk populer biasanya akan ditampilkan pada halaman pertama marketplace, nah kamu bisa mulai melakukan observasi produk-produk apa saja yang sedang dicari banyak orang, dan juga untuk memastikan apakah produk tersebut memiliki peminat yang banyak, serta bisa mengecek jumlah produk yang terjual.

Jika jumlah produk terjualnya banyak maka produk tersebut memiliki peminat yang banyak dan berpotensi untuk kamu jadikan sebagai referensi produk untuk bisnis kamu.

Sebagai contoh, dari sebuah pencarian populer pakaian wanita di salah satu platform marketplace. Maka dari hasil tersebut kamu bisa menentukan produk apa yang akan kamu jual berdasarkan pencarian dan jumlah produk terjual yang terbanyak.

Mencari Produk Berdasarkan Minat

Selain cara tersebut, ada juga cara lain dalam menentukan ide produk yang akan dijual yaitu berdasarkan minat. Kamu juga bisa menjual suatu produk karena kamu memiliki minat terhadap produk itu.

Hal ini bisa menjadi nilai tambah tersendiri karena sebagai penjual kamu telah memiliki tingkat pengetahuan yang cukup mengenai produk kamu sehingga nantinya dapat memberikan penjelasan yang baik dan meyakinkan kepada calon pembeli.

Pembeli akan menjadi yakin ketika penjual dapat memberikan penjelasan yang baik mengenai produk yang dijualnya sebelum akhirnya memutuskan untuk membelinya, sehingga penting sekali supaya pemilik bisnis memiliki pengetahuan yang baik mengenai produk yang dijualnya agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik untuk calon pembelinya.

Contoh produk berdasarkan bisa memulai dengan menjual barang-barang hobi, olahraga, alat musik gitar, pelihara ikan cupang hias dan lain-lainnya.

Mencari Produk Yang Sering Dibutuhkan

Menentukan produk juga bisa kamu lakukan dengan mengamati keadaan atau lingkungan sekitarmu, seperti apa yang menjadi masalah orang-orang di sekitar kamu seperti keluarga atau teman. Seperti layaknya pengusaha pada umumnya, kamu harus memiliki kemampuan untuk menemukan masalah dan mencari solusinya.

Untuk mencari tahu apa yang menjadi masalah di sekitar, kamu bisa melakukan observasi sendiri ataupun melalui kuesioner. Observasi sendiri bisa kamu lakukan dengan melihat langsung kejadian atau masalah yang terjadi di sekitarmu dan mencari produk yang kira-kira bisa menjadi solusi atas masalah tersebut.

Sedangkan kuesioner dapat kamu lakukan secara online dengan membuat kuesioner dan menyebarkan melalui media sosial seperti instagram, facebook, twitter, google form, dan lain-lain untuk mendapatkan jawaban dari orang-orang dalam jumlah yang lebih banyak.

Nah, setelah kamu melakukan survey dan memperoleh data-data yang kamu perlukan, maka selanjutnya kamu perlu menyortir ide-ide produk apa saja yang berpotensi untuk kamu jual.

Contoh produk berdasarkan permintaan diakibatkan kondisi adalah sanitizer, masker, obat-obatan, vitamin dan masih banyak lagi.

Menentukan Target Pasar

Menentukan Target Pasar

Sebenarnya target pasar ini dapat kamu tentukan terlebih dahulu sebelum menentukan suatu produk atau bahkan dapat bersamaan dengan saat kamu menentukan produk yang akan dijual.

Target pasar sendiri merupakan calon pembeli atau orang yang kamu target untuk membeli produk yang kamu jual ataupun mereka yang membutuhkan. Untuk menemukan target pasar dapat kamu temukan dari hasil survey pada langkah penentuan produk sebelumnya.

Penentuan target pasar lebih jauh lagi juga berguna untuk menentukan harga jual dan konsep produk yang kamu tawarkan, apakah produk tersebut ditujukan kepada orang dengan penghasilan menengah-bawah, menengah, ataupun menengah-atas lalu apakah produk tersebut akan cocok untuk semua gender atau tidak, dan lain-lain.

Kamu juga dapat melakukan riset target pasar produkmu dengan melihat karakter pembeli kompetitor dan melakukan metode Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dari kompetitormu.

Target pasar juga menjadi ukuran besar kecilnya penjualan bisnis kamu. Ketika kamu melakukan riset target pasar, maka pastikan bahwa kamu juga mengetahui kebiasaan atau kebutuhan mereka terhadap produk yang kamu tawarkan untuk memperkirakan apakah akan terjadi repeat order atau tidak.

Sebagai contoh, produk yang kamu jual adalah sebuah baju karena memiliki tingkat penjualan yang paling tinggi di marketplace maka kemudian kamu perlu mengetahui siapa saja yang cocok menjadi pembeli bajumu tersebut.

Dengan mengetahui karakter pembelimu, kamu juga akan mengetahui pengembangan produk seperti apa yang cocok untuk pembelimu. Selain itu, kamu bisa menentukan jenis baju untuk target pasar, misalnya anak muda, pria glamor, wanita trendi dan sejenisnya.

Mengalahkan Kompetitor

Mengalahkan Kompetitor

Dunia bisnis adalah dunia yang penuh dengan kompetisi dimana para pemilik bisnis saling berlomba untuk mengambil hati calon pembeli. Termasuk di dalam bisnis berjualan di marketplace. Setelah kamu menentukan produk apa yang akan kamu jual, maka selanjutnya penting untuk melihat apakah kompetitor di bidang tersebut sudah banyak atau belum.

Jumlah kompetitor akan menentukan tingkat penjualan suatu bisnis. Ketika suatu produk telah dijual oleh banyak pihak, maka akan menyulitkan pembeli untuk menentukan akan membeli produk siapa. Di dalam posisi ini, para penjual akan terus bersaing ketat. Baik jujur ataupun cara curang.

Sebagai contoh, berjualan pulsa. Sudah banyak sekarang penjual pulsa. Sudah tentu banyak sekali banting harga dengan mengambil keuntungan sangat sedikit. Dengan begini pembeli akan bingung memilih penjual yang sama, karena harga jual rata-rata sama.

Ditambah lagi jika produk yang kita jual tidak memiliki keunikan tersendiri atau sama dengan kompetitor lainnya, maka akan memperketat tingkat persaingan dengan para kompetitor karena kualitas dan spesifikasi yang ditawarkan sama hanya berbeda secara harga saja atau bahkan harganya pun sama.

Sebelum berjualan di marketplace, kamu juga perlu mengetahui berapa jumlah kompetitor yang ada. Survey kompetitor ini bisa kamu lakukan dengan mengetikkan kata kunci produk yang akan kamu jual tersebut dan kemudian melihat siapa saja yang menjual produk tersebut.

Cara Bersaing Dengan Kompetitor

Jika jumlah kompetitor yang berjualan produk tersebut sudah sangat banyak, maka sebaiknya kamu mencari ide produk lain jika sudah tidak memungkinkan lagi untuk berjualan produk tersebut, atau kamu juga bisa mencari ide untuk memberikan nilai unik tersendiri pada produk yang akan kamu jual tersebut.

  • Nilai unik adalah poin plus yang bisa membedakan produk kamu dari para kompetitor dan akan menarik calon pembeli. Strategi ini juga sering diterapkan untuk menghindari perang harga ketika berjualan di marketplace. Contoh-contoh nilai unik yang dapat diterapkan antara lain adalah inovasi produk, pelayanan yang baik, penawaran menarik, garansi, dll.
  • Strategi untuk menghadapi kompetitor yang lain juga adalah dengan melakukan branding. Brand atau merk merupakan identitas suatu bisnis yang akan membuatnya dikenali oleh calon pembeli dan membedakan dengan kompetitor.

Dengan melakukan branding, maka kita akan menjadi lebih fleksibel dalam menentukan suatu harga jual produk karena pada umumnya produk yang telah memiliki merk atau brand juga memiliki standar kualitasnya sendiri yang tidak bisa disamakan dengan produk kompetitor.

Cara-cara tersebut dapat kamu terapkan ketika berjualan di marketplace yang penuh dengan kompetitor yang melakukan perang harga dan menjual produk yang kurang lebihnya sama.

Dropshipper atau Reseller?

Dropshipper atau Reseller
Photo by Alex Green from Pexels

Sama seperti berjualan pada umumnya, kamu juga harus menentukan bagaimana cara menjual produk yang akan kamu jual, apakah dengan dropship ataukah dengan resell.

Dropshipper dan reseller juga hak kamu sebagai pemilik bisnis untuk menentukan akan menjual produk dengan cara seperti apa. Tentunya masing-masing cara memiliki nilai plus dan minusnya tersendiri.

Pengertian dropshipper sendiri adalah model bisnis dimana kita menjadi perantara antara supplier dan pembeli. Bisnis model dropshipper ini tidak memerlukan modal di awal karena kita tidak perlu melakukan stok barang karena barang disimpan dan dikirimkan langsung kepada pembeli oleh supplier.

Reseller adalah kebalikan dari dropshipper, jika dropshipper tidak melakukan stok barang maka seorang reseller melakukan stok barang untuk kemudian dijual kepada pembeli. Seorang reseller membutuhkan modal untuk mengestock barang dan hal ini berbeda dengan seorang dropshipper yang tidak perlu melakukan stock barang.

Saat ini sudah banyak sekali platform online di internet yang menyediakan informasi mengenai dropshipper dan reseller untuk suatu produk, sehingga jika kamu berminat untuk menjadi seorang drosphipper maupun reseller dapat menemukan sumber informasi mengenai suatu produk dengan lebih mudah.

Nah, tentunya keputusan apakah model bisnis kamu reseller atau dropshipper ada di tangan kamu sendiri sebagai pemilik modal. Sebaiknya sesuaikan dengan modal dan juga ilmu yang dimiliki sehingga kamu tahu mana yang lebih cocok apakah menjadi seorang dropshipper atau reseller.

Lihat >>> 5 Cara Menjadi Dropshipper Sukses

Menentukan Pilihan Marketplace Yang Tepat

Menentukan Pilihan Marketplace Yang Tepat

Menentukan platform marketplace yang sesuai Setelah kamu menentukan produk apa yang akan kamu jual, melakukan survey kompetitor, dan menentukan dropship atau resell selanjutnya kamu perlu mengetahui platform marketplace apa yang akan kamu gunakan untuk menjual produk tersebut.

Ketika kamu berjualan di marketplace, maka kamu wajib memahami cara pengoperasian marketplace tersebut agar memudahkan transaksi yang dilakukan dengan pembeli.

Selain itu, kamu juga perlu memahami kebijakan-kebijakan dan peraturan yang ada di setiap marketplace karena masing-masing marketplace memiliki peraturan dan kebijakannya sendiri.

Kemudian penting juga untuk mengetahui ciri khas produk-produk yang dijual di setiap marketplace, dimana setiap marketplace memiliki ciri khas tersendirinya produk yang populer terjual. Hal ini bisa kamu lakukan dengan melakukan survey di internet, media sosial, dan juga bertanya secara langsung kepada teman atau orang-orang yang biasa berbelanja online di marketplace.

Kamu juga bisa menentukan jenis marketplace apa yang akan digunakan dari melihat kompetitor jika kompetitor belum memiliki toko di marketplace yang kamu incar, maka ini merupakan peluang untuk kamu menggunakan marketplace tersebut sebagai platform berjualan online kamu.

Lihat >>> Rekomendasi Tempat Jualan Online Paling Oke

Digital Marketing

Digital Marketing

Marketing selalu diperlukan di semua lini bisnis, baik bisnis secara offline maupun secara online. Ketika berjualan online, maka digital marketing menjadi sarana untuk memasarkan yang paling efisien.

Digital marketing sama seperti marketing pada umumnya, yaitu usaha untuk menjangkau calon pembeli untuk memiliki ketertarikan dan akhirnya membeli produk yang kita jual.

Namun, perbedaannya adalah digital marketing adalah marketing yang dilakukan secara digital menggunakan berbagai tools atau perangkat digital untuk memperoleh data calon pembeli sehingga bisa memasarkan produk ke calon pembeli secara tepat sasaran.

Tentunya, untuk melakukan digital marketing memerlukan ilmu yang cukup agar tidak mengalami kerugian. Ketika berjualan di marketplace ada banyak sekali tools yang disediakan untuk melakukan digital marketing.

Sebagai contoh beberapa tools digital marketing yang disediakan oleh marketplace antara lain iklan, pencarian keyword produk, hingga fitur live untuk mengiklankan produk kamu secara langsung kepada calon pembeli.

Kamu bisa menggunakan situs iklan gratis untuk memulai digital marketing. Mulailah memasang iklan di >>> Situs Iklan Gratis Tertarget.

Lihat >>> Cara Membuat Iklan Menarik

Beriklan Di marketplace

Menurut situs sirclo, sebelum memulai marketing di marketplace sebaiknya kamu perlu menentukan terlebih dulu tujuan marketingmu. Tujuan marketing bisa berupa untuk meningkatkan penjualan hingga meningkatkan brand awareness.

Copywriting

Bentuk lain dari digital marketing adalah copywriting yang merupakan seni mempromosikan brand dengan menggunakan kata-kata. Strategi ini dapat kamu gunakan untuk menarik hati calon pembeli tanpa harus terlihat seperti berjualan secara langsung alias soft selling, mengingat banyak orang yang tidak suka jika ditawari dengan jualan secara terang-terangan.

Strategi Harga

Strategi permainan harga juga merupakan strategi digital marketing yang sering diterapkan hampir di semua marketplace. Hampir semua orang pasti akan senang ketika melihat harga coret atau harga yang didiskon dari harga semulanya.

Nah, ini adalah hal yang sering dijumpai ketika kalian berbelanja di marketplace. Tentunya, ini juga merupakan kemampuan yang harus diterapkan ketika kalian terjun berjualan secara online di marketplace sehingga produk kalian dapat bersaing dengan kompetitor.

Menentukan Margin Produk

Menentukan margin produk yang akan dijual Namanya berbisnis, maka yang diharapkan pasti adalah profit atau keuntungan. Suatu bisnis yang tidak mendapatkan keuntungan bisa disebut sia-sia saja, sehingga penting sekali untuk mengetahui jumlah keuntungan yang kamu peroleh dari suatu penjualan.

Jumlah keuntungan yang kamu ambil juga bebas, namun perlu diperhatikan adalah keuntungan yang kamu ambil tersebut masih menghasilkan harga jual yang bersaing ya.

Marketplace merupakan tempat belanja online yang memudahkan penggunanya untuk membandingkan harga antara toko yang satu dengan toko lainnya sebelum membeli suatu produk. Ketika harga suatu produk yang mereka temukan lebih murah dari produk lainnya maka mereka akan membeli produk dengan harga yang lebih murah tersebut.

Setelah mengetahui berapa margin keuntungan dari produk yang kamu jual, selanjutnya kamu dapat melakukan pembukuan untuk bisnis kamu untuk mengetahui aliran dana dan juga keuntungan yang kamu peroleh sehingga kamu akan mempunyai catatan penjualan yang jelas.

Pastikan juga profit kamu sudah dikurangi dengan pengeluaran-pengeluaran lain seperti modal produksi, biaya transportasi, gaji pegawai, sewa tempat usaha, marketing, pajak yang ditetapkan oleh marketplace, dan lain-lain ya.

Membuat Database

Membuat Database

Memiliki database yang lengkap Ketika kamu melakukan bisnis online, maka semua produk yang dijual dan juga transaksi yang terjadi akan direkam secara online.

Data yang direkam secara online akan memiliki resiko diretas ataupun hilang ketika terjadi masalah seperti sistem down ataupun adanya hacker yang mencuri data yang kita miliki, sehingga penting untuk kita memiliki rekaman atau backup data-data bisnis kita.

Pastikan untuk melakukan perekaman data pada toko online yang ada di marketplace kamu agar semua transaksi yang terjadi dapat direkam secara realtime, sehingga jika terjadi kejanggalan dalam bisnis kamu dapat dilacak dengan cepat dan mudah juga.

Biasanya pemilik bisnis online juga akan memiliki website yang merupakan sarana untuk menyimpan database toko online yang ada marketplace. Website membantu kita menyimpan data cadangan selain yang ada di marketplace, sehingga dapat diakses ketika marketplace sedang down.

Database yang lengkap juga akan membantu kita untuk mengatur ketersediaan stok suatu produk, sehingga akan meningkatkan performa dalam pelayanan kepada pembeli. Selain itu database yang kita miliki juga akan melindungi kita dari adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak luar seperti peretasan akun dan sebagainya.

Kesimpulan

Nah, itu dia tips-tips yang yang bisa kamu terapkan ketika akan memulai bisnis berjualan di marketplace. Baik bisnis secara offline maupun online, sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Yang paling penting dari semua itu adalah kemauan yang kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri kamu menjadi orang yang lebih baik. Ketika kamu bisa menjadi orang yang lebih baik maka hasilnya juga akan berdampak ke bisnis yang kamu jalankan.

Lihat >>> 5 Kesalahan Fatal Yang Sering Dilakukan Di Bisnis Online

Leave a Reply